Prinsip-Prinsip Hukum Islam dalam Peraturan Daerah: Melacak Motivasi dan Efektifitas Perda Bernuansa Syariah di Pamekasan

Maimun Maimun, Ainul Haq

Abstract


The presence of several Regional Regulations (Perda) with shari'a nuance in Pamekasan is expected to make his community more behave Islam . But the lofty desire has not been fully realized according to the ideals of its formation. This research tries to find out what exactly is behind the (motivation) of the issuing of Regional Regulations with shari'a nuance in Pamekasan, and how is the effectiveness of applying Regional Regulations  with shari'a nuance in Pamekasan . Through a qualitative - phenomenological approach with the type of field research  and descriptive  analysis  of Miles model and Huberman, it produced some findings: First, the motivation behind the establishment of Regional Regulations  with shari'a nuance was not only because of heir philosophical-sociological and juridical elements but also  the existence of motives of  identity politics integrated with  law politics . Second , the implementation of  Regional Regulations  with shari'a nuance has not been maximum  and effective in forming the behavior of  Pamekasanese society more  Islamic. Many factors that made the problem emerge, neither because of many regional regulations that their enforcement were ignored  in the field  nor because of  the  presence of the regional regulations that were contradictory with other regional regulations.

Hadirnya beberapa Peraturan Daerah (perda) yang bernuansa syari’ah di Pamekasan diharapkan mampu menjadikan masyarakatnya lebih berperilaku Islâmî. Namun keinginan luhur tersebut belum sepenuhnya terwujud sesuai cita-cita pembentukannya. Penelitian ini mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang melatarbelakangi (motivasi) terbitnya perda-perda bernuansa syari’ah di Pamekasan?, dan bagaimana efektivitas penerapan perda-perda bernuansa syari’ah di Pamekasan?. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologis dengan jenis penelitian lapangan, dilakukan langkah analisis deskriptif model Miles dan Huberman, dihasilkan temuan pertama bahwa motivasi di balik pembentukan perda bernuansa syari’ah di Pamekasan di samping karena adanya unsur filosofis-sosiologis dan yuridis, juga adanya motif politik identitas yang berkelindan dengan politik hukum. Kedua penerapan peraturan daerah yang bernuansa syari’ah belum maksimal dan belum efektif membentuk perilaku masyarakat Pamekasan yang lebih Islâmî, banyak factor yang menyebabkan, baik karena banyak peraturan daerah yang terabaikan penegakannya di lapangan, maupun karena kehadiran peraturan daerah tersebut yang kontra produktif dengan peraturan daerah yang lain.


Keywords


Politik Hukum Islam, Prinsip Hukum Islam, Peraturan Daerah

References


Abrori, Ahmad, “Refleksi Teori Kritis Jurgen Habermas Atas Konsesus Simbolik Perda Syariah”, Ahkam, Vol. XVI, No. 1(Januari, 2016).

Ali, Zainuddin, Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2006.

Arifin, Bustanul, Pelembagaan Hukum Islam di Indonesia, Akar Sejarah, Hambatan dan Prospeknya, Jakarta: Gema Insani Pres, 1996

Arifin, Imron, ed., Penelitian Kualitatif dalam Ilmu-ilmu social dan Keagamaan, Malang: Kalimas sahada, 1996.

Azizy, A. Qadry, Eklektisisme Hukum Nasional :Kompetisi Antara Hukum Islam dan Hukum Umum, Yogyakarta: Gema Media, 2002.

Azizy, A. Qodri, Hukum Nasional: Eklektisisme Hukum Islam Dan Hukum Umum, Jakarta: Teraju, 2004.

Effendy, Bahtiar, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina, 1998.

Ghofur, Abdul, “Pergulatan Hukum Dan Politik Dalam Legislasi UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah”, Al-Ahkam, Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 23, No. 1 (April, 2013).

Gunaryo, Achmad, Pergumulan Politik dan Hukum Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Jazuni, Legislasi Hukum Islam di Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.

Jokosutomo, Supomo, Sejarah Politik Hukum Adat, Jakarta: T.p, 1955.

Ka’bah, Rifyal, Hukum Islam di Indonesia: Perspektif Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama’, Jakarta: Universitas Yarsi, 1999.

Kau, Sofyan A.P., & Zulkarnain Suleman, “Eksistensi Hukum Adat dalam Kompilasi Hukum Islam Indonesia”, Al-‘Adalah, Vol. XIII, No. 2 (Desember, 2016).

Khoiri, Nispul, “Pemikiran Politik Hukum Islam Muhammadiyah”, Al-Syir’ah, Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 47, No. 1 (Juni, 2013).

Lukito, Ratno, Pergumulan Hukum Islam dan Adat di Indonesia, Jakarta: INIS, 1998.

Madjid, Nurcholis, Cita-Cita Politik Islam, Jakarta: Paramadina, 2009.

Mahfudz, Moh. MD, Politik Hukum di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Mertokusumo, Sudiko, Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 2003.

Minhajuddin, Pengantar Ilmu Fiqh-Ushul Fiqh, Ujung Pandang: Fakultas Syariah IAIN Alauddin, 1983.

Muslihuddin, Muhammad, Phylosopy of Islam Law and Orientalis: A Comparative Study of Islamic Legal System, Lahore: Islamic Publication Ltd. tt.

Perda No. 18 Tahun 2001, Tentang Larangan Atas Minuman Beralkohol dalam Wilayah Kabupaten Pamekasan.

Perda No. 18 Tahun 2004 tentang Larangan Terhadap Pelacuran.

Perda No. 5 Tahun 2014 Tentang Kegiatan dalam Bulan Ramadhan.

Praja, Suhaja S, Hukum Islam di Indonesia: Perkembangan dan Prakteknya, Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya, 1994.

Putra, Danuari Sandika, “Hukum Positif Indonesia:, dalam www.danuriblogspot.com (di akses 26 Juli 2010.

Rahardjo, Satjipto, Sosiologi Hukum: Perkembangan, Metode, dan Pilihan Masalah, Jakarta: Muhammadiyah University Press, 2002.

Rofiq, Ahmad, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003

Rojak, Jeje Abdul, “Menyisipkan Politik Hukum Dalam Sosialisasi Norma Islam Ke Dalam Sistem Hukum Nasional” al-Daulah, Vo. 7, No. 2 (Oktober, 2017).

Sari, Cut Maya Aprita, “Pro Dan Kontra Implementasi Qanun Syariat Islam Di Aceh”, Jurnal Review Politik, Vol. 6, No. 1 (Juni, 2016).

Schacht, Joseph, An Introduction to Islamic Law, Oxford: Clarendon Press, 1984.

Shomad, Abd., Hukum Islam, Penormaan Prinsip Syari’ah dalam Hukum Indonesia, Jakarta: Kencana, 2010.

Sianulan, Ramlani Lina, “Politik Hukum UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Nakotika Dalam Kaitannya Dengan Pergeseran Paradigma Pemidanaan Bagi Penguna/Pecandu Dan Korban Narkotika”, Jurnal Review Politik, Vol. 6, No. 1 (Juni, 2016).

Sirajuddin, Legislasi Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: Rajawali Press, 1992.

Syarifuddin, Amir, “Pengertian dan Sumber Hukum Islam” dalam Ismail Muhammad Syah, dkk. Filsafat Hukum Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1992.

Tebba, Sudriman, Sosiologi Hukum Islam, Jakarta: UII Press, 2003.

Undang-Undang No. 10 Tahun 2004.

Wahid, Marzuki, Syari’at Islam, antara Pemberlakuan, Formalisasi dan Politisasi, Bacaan Kritis atas Wacana dan Gerakan “Shari’at Islam” Pasca Orde Baru, (Pengantar dari Gontor ke Pulau Baru, Memoar H. Ahmadi, Yogyakarta: Syarikat, 2002.

Wahid, Marzuki dan Rumadi, Fiqh Mazhab Negara: Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: LKiS, 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.19105/al-ihkam.v13i1.1578

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

The Islamic Law Researcher Association (APHI) collaboration with Faculty of Sharia IAIN Madura

View My Stats

Lisensi Creative Commons

Al-Ihkam: Jurnal Hukum  dan Pranata Sosial is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License




Flag Counter