DESAKAN SOSIOPOLITIK MUNCULNYA GAGASAN EVOLUSI SYARÎ'AH OLEH AN-NA’IM

Mohammad Hefni

Abstract


Semenjak abad ke-19 M, telah tumbuh perjumpaan intensif
antara dunia Muslim dengan peradaban Barat, yang
melahirkan implikasi yang cukup mencengangkan bagi
perubahan struktur sosial dunia Muslim. Ketika dunia Muslim
meraih kembali independensinya secara politik dari
cengkeraman imperialisme dan hegemoni Barat pada abad ke-
20 M, salah satu persoalan yang muncul kemudian adalah
bagaimana memosisikan syarî'ah dan menjabarkannya ke
dalam sebuah formulasi yang ideal dan aktual agar mampu
mengakomodasikan seluruh warga negara dengan latar
belakang suku dan agama yang heterogen. Karenanya, ia
menawarkan gagasan evolusi syarî'ah yang meniscayakan
syarî'ah dapat menyahuti isu-isu penting bagi masa depan
kemanusiaan. Dalam membangun gagasannya tentang evolusi
syarî’ah, An-Na’im menggunakan teori naskh. Naskh, menurut
An-Na’im, adalah menghapus ayat-ayat Madâniyah dengan
ayat-ayat Makkiyah. Gagasan evolusi syarî’ah dilatarbelakangi
oleh setting sosiopolitik Sudan sebelum pecah menjadi Sudan
Utara dan Sudan Selatan.

Full Text:

pdf


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/al-ihkam.v8i1.343

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

The Islamic Law Researcher Association (APHI) collaboration with Faculty of Sharia IAIN Madura

Office:
Faculty of Sharia IAIN Madura
Asemanis Dua, Larangan Tokol, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia 69371. Phone: (0324) 332551


View My Stats

Lisensi Creative Commons

Al-Ihkam: Jurnal Hukum  dan Pranata Sosial is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


Indexed by:


Read more indexing


copyright©AL-IHKAM : Jurnal Hukum dan Pranata Sosial

Flag Counter