FENOMENA KAWIN SANDHÉK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA SOKALELAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN

Suhri yanto, Moh. Hefni

Abstract


Pelaksanaan kawin sandhék di Desa Sokalelah Kecamatan
Kadur Kabupaten Pamekasan sangat berbeda dengan
pelaksanaan perkawinan pada umumnya karena
pelaksanaannya dilakukan di tempat calon pengantin yang
ditinggal kabur (laki-laki), hal ini disebabkan oleh tidak
adanya persiapan sama sekali dari pihak keluarga calon
pengantin esandhék itu (perempuan) karena
pemberitahuannya hanya semalam sebelum keesokannya
dilaksanakan akad nikahnya. dan dalam pelaksanaan
kawin sandhék ini tidak dilakukan lamaran terlebih dahulu
karena sangat mendadak. Tujuan dilaksanakannya kawin
sandhék Untuk menutupi rasa malu atau aib dari keluarga
calon pengantin yang ditinggal kabur oleh pasangannya
tanpa ada alasan yang jelas, Untuk menghindari gagalnya
perkawinan maka dari itu pihak keluarga mencarikan ganti
perempuan di sekitar rumah atau di pondok pesantren;
dan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah
warahmah serta untuk mendapatkan keturunan yang shaleh
dan shalehah.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/al-ihkam.v9i2.472

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

The Islamic Law Researcher Association (APHI) collaboration with Faculty of Sharia IAIN Madura

Office:
Faculty of Sharia IAIN Madura
Asemanis Dua, Larangan Tokol, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia 69371. Phone: (0324) 332551


View My Stats

Lisensi Creative Commons

Al-Ihkam: Jurnal Hukum  dan Pranata Sosial is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


Indexed by:


Read more indexing


copyright©AL-IHKAM : Jurnal Hukum dan Pranata Sosial

Flag Counter