Historis Waris Jahiliyah dan Awal Islam

Ali Wahdi

Abstract


Sebagian aturan syariat Islam, siapapun yang wafat dari kalangan ummat islam dan empunyai tirkah atau harta peninggalan, maka harta tersebut harus diwariskan. Hal itu sudah menjadi ketentuan dalam syari’at islam yang di atur ketat dalam hukum warits, sehingga dalam masalah hukum warits ini pelakunya harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang sudah di teteapkan baik dari sisi poenerima waritsan ataupun dari sisi pembagian waritsan. Dalam Makalah ini penulis akan mengupas tuntas dinamika hokum warits tepatnya pada masalah kewarisan Islam dari sisi historiografi Islam, hal itu mencakup sejarah dalam kewarisan Islam, kewarisan pada masa jahiliyah (pra-islam), kewarisan pada masa awal Islam, serta peletakkan dasar hukum kewarisan Islam. Untuk itu maka dapat dapat diketahui permasalahan permasalahan yang ada dalam kewarisan Islam, seperti sebab-sebab menerima warisan, halangan menerima warisan dan hak-hak sebelum pembagian warisan. (As the rules of Islamic law, anyone who dies from among the Islamic Ummah and has a tirkah or inheritance, the property must be inherited. That has become a provision in Islamic sharia which is strictly regulated in the law of warits, so that in the case of warits law, the perpetrators must follow the provisions that have been set both in terms of the receipt of waritsan or in terms of distribution of waritsan. In this paper the author will explore thoroughly the dynamics of the law warits precisely on the issue of Islamic inheritance in terms of Islamic historiography, it includes history in Islamic inheritance, inheritance in the period of ignorance (pre-Islamic), inheritance in the early days of Islam, and laying the foundation of Islamic inheritance law . For that reason, it can be known the problems that exist in Islamic inheritance, such as the reasons for receiving inheritance, barriers to receiving inheritance and rights before inheritance distribution.)


Full Text:

PDF

References


Anwar, Desy,Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru Dilengkapi Pedoman

Umum Ejaan yang Disempurnakan, Surabaya: Amalia,2003.

Asrizal, Kafa’ah Bingkai Keharmonisan Rumah Tangga,

Yogyakarta, Ladang Kata, 2015

Asrizal, dkk, Kajian Hukum Keluarga Dalam Perundan g-un dang an Indo nesia,

Yogyakarta: Elpip, 2015.

Budiono, A. Rachmad, Pembaharuan Hukum Kewarisan Islam di Indonesia,

Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1999.

Dermawan, Hendro, dkk, Kamus Ilmiah Populer Lengkap, Dengan EYD dan Pembentukan

Istilah Serta Akronim Bahasa Indonesia, cet.3, Yogyakarta: Bintang Cemerlang, 2011.

Doi, Abdur Rahman I., Hudud dan Kewarisan, Cet.1, Jakarta:

PT. RajaGrafindo Persada, 1996.

Haries, Akhmad, Hukum Kewarisan Islam, Samarinda:

P3M STAIN Samarinda, 2010.

Ismuha, Penggantian Tempat Dalam Hukum Waris Menurut KUH Perdata,

Hukum Adat dan Hukum Islam, Darussalam: Bulan Bintang, 1978.

Mughniyyah, Muhammad Jawwad, al-Fiqh ‘ala al-Maz ahib

al-Khamsah, terj. Masykur A.B.,

Afif Muhammad, Idrus al-Kaff, Fiqh Lima Mazh ab: Ja’far, Hanafi,

Malik i, Sya fi’i, Hambali, Jakarta: Lentera, 1996.

Muhibbudin, Moh., dkk, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Mulyadi, Hukum Waris Tanpa Wasiat, Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang, 2008.

Parman, Ali, Kewarisan dalam al-Qur’an, Suatu Kajian Hukum dengan

Pendekatan Tafsir Tematik, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995

Rahman, Fatchur, Ilmu Waris, Bandung: al-Maarif, 1975.

Ramulyo, Idris, Perbandingan Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Rofiq, Ahmad, Fiqh Mawaris, Jakarta : PT. Raja GrafindoPersada, 2001.

Sabiq, Sayyid, Fiqh as-Sunnah,terj. Semarang: Toha Putra, 1972.

Shid dieq y, Te ungku M . H asbi ash, Fiqh Mawaris, Semarang: Pustaka Risky Putra,2011.

Sufyan, Muhammad Suhaili, Fiqh Mawaris Praktis, Bandung:

Cita Pusaka Media Perintis, 2012

Syarifudin, Amir, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Thalib, Sajuti, Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, Jakarta: Bina Aksara, 1982

Umam, Dian Khairul, Fiqih Mawaris Cet.1, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1999

Usman, Suparman dan Yusuf Somawinata, Fiqh Mawaris , Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.19105/al-manhaj.v1i2.3075

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

The Islamic Law Researcher Association (APHI) collaboration with Faculty of Sharia IAIN Madura

Office:
Faculty of Sharia IAIN Madura
Asemanis Dua, Larangan Tokol, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia 69371. Phone: (0324) 332551