BLATER, PESANTREN DAN PENDIDIKAN FORMAL

Usman Usman

Abstract


Dalam struktur sosial masyarakat Madura terdapat beberapa golongan, diantaranya ulama atau kyai, pemerintah, blater dan masyarakat umum. Dalam konteks realitas masyarakat bawah, kyai dan blater adalah dua sosok manusia yang mempunyai peran penting sesuai dengan kapasitasnya. Kyai selalu mendapingi masyarakat dalam konteks keagamaan, sedangkan blater mendampingi masyarakat dalam konteks keamanan, komunikasi dan pemerintahan di desa. Di satu sisi blater dipersepsikan sebagai komunitas negatif, namun disisi lain dibutuhkan oleh masyarakat desa dan menge-nyampingkan pendidikan. Seiringperkembangan zaman, kini blater sangat peduli dengan pendidikan baik pesantren dan pendidikan formal. Kajian ini untuk memahami sejauh pandangan blater tentang pesantren dan pendidikan formal di Madura.

Keywords


Blater, Pondok Pesantren, Pendidikan Formal, Madura.

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Moh Achyat DKK, Mengapa Saya Harus Mondok?(Jawa Timur: Pustajka Sidogiri, 1430)

Aida MJ, Ilmu pendidikan, (semarang: putra sanjaya, 2005)

Anwar, Yesmil dan Adang, Sosiologi Untuk Universitas, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2013)

Depag RI, Pola Pengembangan Pondok Pesantren, (Jakarta: Dirjen Bagais, 2001)

Jauhari, Mohammad Idris, Hakikat Pesantren dan Kunci Suskses Belajar di Pesantren, (Sumenep: Mutiara Press, tt.)

Jonge, Huub de, AGAMA Kebudayaan dan Ekonomi: Studi-studi Interdisipliner Tentang Masyarakat Madura, (Jakarta Utara: CV. Rajawali, 1989)

Kosim, Moh., pengantar ilmu pendidikan, (Pamekasan: Stain PamekasanPress, 2006)

Mujib, Fatichul, Pesantren dan Pengembangan sumberDaya Manusia (Pamekasan: STAIN Pamekasan Press, 2010)

Muzayyin dan Iwan Kuswaidi, dalam jurnal Islamuna “ Etika Belajar Putra Kiai di Pondok Pesantren vol. 1 nomer 1 tahun 2015.

Rifai, Mien Ahmad, Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya, (Yogyakarta: Pilar Media, 2007)

Rozaki, Abdur, Menabur Kharisma Menuai Kuasa: Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar di Madura, (Yogyakarta: Pustaka Marwa, 2004)

Subaharianto, dkk. Andang, Tantangan Industrialisasi di Madura, (Malang: Bayumedia Publishing, 2004)

Tamam, Badrud, Pesatren Nalar dan Tradisi, ( Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2015)

Undang-Undang No. 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Wiyata, Latif, Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, (Yogyakarta: LkiS, 2002)

https://yogisetiawan92.wordpress.com/2012/12/12/suku-madura/




DOI: http://dx.doi.org/10.19105/islamuna.v4i2.1559

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats
 

 
 

Flag CounterCreative Commons License
Jurnal Studi Islam by Islamuna