MENUMBUHKEMBANGKAN KULTUR AKADEMIK DAN MERAWAT TRADISI PESANTREN DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Mukhammad Bakhruddin

Abstract


Artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi bagaimana mereka merancang, menerapkan, dan menggabungkan kedua perbedaan sumber budaya kelembagaan, yakni universitas dan pesantren. Dengan kata lain, penulis berasumsi bahwa tidak mudah mengintegrasikan beberapa fitur budaya pesantren di universitas. Sebentar lagi, pondok pesantren menerapkan budaya akademik bebas zat dari universitas. Tapi, untuk artikel ini akan menjajaki hasil studi di UIN Sunan Ampel Surabaya, berdasarkan tiga fokus studi; desain integrasi, tantangan dalam implementasi, dan beberapa pendekatan strategis untuk menghapus kelemahannya. Kesimpulannya, salah satu strategi yang harus dilakukan disebut 'tradisi pesantren implan'. Artinya, budaya dan tradisi yang sangat besar di pesantren tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya. UIN Sunan Ampel Surabaya hanya mendukung dan menerapkan tradisi pesantren minimalis, seperti menghormati ceramah, sikap disiplin, dan tradisi spiritual-religius, seperti berdoa sebelum mempelajari materi pelajaran dalam program kelas.

Keywords


Integrasi, Budaya Organisasi, Tradisi Pesantren.

Full Text:

PDF PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/islamuna.v4i2.1594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats
 

 
 

Flag CounterCreative Commons License
Jurnal Studi Islam by Islamuna