INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP MA’ARIF 4 PAMEKASAN

Halimatus Sadiyah

Abstract


Islamic Religious Education (PAI) as one of the subjects directed in order to prepare students to believe, understand, and practice the values of Islamic teachings is a subject that is directed at equipping and forming quality human beings who have skills in their lives by developing potential there is. This is because basically Islam is the foundation in living life, by giving guidance and guidance in living life, and bringing people to goodness, both in the world and in the hereafter. In the internalization of education, life skills are needed to reorient learning, by integrating life skills education in subject matter. There are at least three things that need to be done in learning reorientation, namely: (a) analyzing life skills that will be developed in each topic or learning experience in each subject, or thematic learning which includes several lessons at once; (b) developing the right learning model; and (c) assessment of learning outcomes. This article uses a qualitative approach, because the data collected is more qualitative in the sense that the data is not in the form, numbers both interval, ordinal and discrete data while trying to describe reality as it is. Based on the research conducted at Ma'arif 4 Pamekasan Middle School, this article succeeded in revealing that the internalization of the values of life skills-based education developed in PAI learning were the most dominant are personal skills and social skills which included aspects of thinking skills, communication skills, spiritual skills, collaboration skills and others, so students can understand, believe, and practice the teachings of Islam well.

[Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu mata pelajaran yang diarahkan dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam merupakan mata pelajaran yang diarahkan  untuk membekali dan membentuk manusia berkualitas yang memiliki kecakapan  dalam hidupnya dengan mengembangkan potensi yang ada. Hal ini karena pada dasarnya agama Islam merupakan pondasi dalam menjalani kehidupan, dengan memberi bimbingan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, serta membawa manusia kepada kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam internalisasi pendidikan, kecakapan hidup diperlukan adanya reorientasi pembelajaran, dengan mengintegrasikan pendidikan kecakapan hidup dalam pokok bahasan mata pelajaran. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam reorientasi pembelajaran, yaitu: (a) menganalisis kecakapan hidup yang akan dikembangkan dalam setiap topik atau pengalaman belajar dalam setiap mata pelajaran, atau pembelajaran tematik yang meliputi beberapa pelajaran sekaligus; (b) mengembangkan model pembelajaran yang tepat; dan (c) penilaian hasil belajar. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkannya lebih banyak bersifat kualitatif dalam arti data bukan dalam bentuk, angka baik interval, ordinal maupun data diskrit sekaligus berusaha menggambarkan realitas sebagaimana adanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Ma’arif 4 Pamekasan, artikel ini berhasil mengungkap bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan berbasis kecakapan hidup yang dikembangkan dalam pembelajaran PAI yang paling dominan adalah kecakapan personal dan kecakapan sosial yang mencakup pada aspek thinking skill, communication skill, spritual skill, collaboration skill dan lain-lain, sehingga peserta didik bisa memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik]


Keywords


Pembelajaran PAI; nilai-nilai pendidikan; life skills

References


Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Wacana Intelektual Press, 2006.

Muhaimin, dkk. 2008. Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah. Jakarta:PT RajaGrafindoPersada.

Tim Broad Based Education (BBE)(a). 2002. Pendidikan Berorintasi Kecakapan Hidup (Life skills Education). Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional.

Muhaimin. 2008. Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Perspektif Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan. 2006. Pengembangan Model Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2005. Pedoman Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup (Life skills) dalam Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.

Suti’ah. 2006. Buku Ajar Teori Pembelajaran. Malang: Universitas Negeri Malang.

Zuhairini dan Abdul Ghofir. 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang dan UMPress.

Muhaimin, dkk. 2004. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Meleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suprayogo, Imam. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendekatan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz. 2010. Keutamaan Menghafal Al-Qur’an, terj. Muhammad Iqbal A.Ghazali (Islam Ghoz.com).

Jumantoro, Totok dan Samsul Munir Amin. 2012. Kamus Ilmu Tasawuf. Jakarta: Amzah.




DOI: http://dx.doi.org/10.19105/islamuna.v5i2.2101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


                                     
 

Islamuna: Jurnal Studi Islam
ISSN: 2407-411X (p); 2443-3535 (e)
Pascasarjana
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura
Pamekasan Indonesia
 
Creative Commons License
All publications by Islamuna: Jurnal Studi Islam are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License