HAID DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS: Studi tentang Haid Tidak Teratur Pengguna Kontrasepsi

Khairul Muttaqin

Abstract


Nowadays, there are several contraceptives, such as oral contraceptive pill, contraceptive injection, implants, spiral or IUD (intra uterine device), and IUS (intra uterine system). Some of those have side effects on the irregularity of menstrual period, such as swift menstruation, shorter menstrual period, and longer menstrual period. This issue confuses the concept of Islamic jurisprudence that the maximum menstrual period is fifteen days, whereas it can be more than fifteen days when using contraceptives. This article used library research to analyze menstrual period irregularity as a consequence of contraseptives use based on Islamic and medical literature. This study succesfully revealed that al-Qur’an, hadith, and medical books do not determine the longest menstrual period. Thus, the blood status of women who get menstruation more than fifteen days due to contraceptives use is still menstruation category.

[Saat ini, terdapat beberapa alat penunda kehamilan, seperti KB pil, KB suntik, susuk atau implan, spiral atau IUD (intra uterine device), dan IUS (intra uterine system). Sebagian alat ini berefek samping terhadap ketidakteraturan masa haid perempuan; haid bisa keluar secara deras, masa haid lebih singkat, haid bisa keluar lebih lama dari kebiasaan. Problem ini mengacaukan konsep fikih bahwa masa haid perempuan paling lama adalah 15 hari, padahal masa haid bisa lebih dari 15 hari bila menggunakan alat penunda kehamilan. Dengan kajian pustaka, artikel ini menganalisis masa haid yang tidak teratur akibat penggunaan alat penunda kehamilan berdasarkan teks-teks dasar Islam dan medis. Artikel ini berhasil mengungkap bahwa al-Qur’an, hadis, dan medis tidak menentukan masa haid terlama, sehingga status darah yang keluar dari perempuan yang haid lebih dari 15 hari akibat penggunaan alat kontrasepsi adalah haid]


Keywords


Irregular menstruation; contraception; Islam; science

Full Text:

PDF

References


Amin, Ahmad Syadzirin. 2007. Problematika Darah Wanita: Haid, Nifas dan Istihâdlah. Kendal: Yayasan Wakaf Rifa’iyah.

Asrinah, dkk. 2011. Menstruasi dan Permasalahannya. Tangerang: Pustaka Panaseua.

Bukhârî (al), Muhammad ibn Ismâ‘îl Abû ‘Abd Allâh. Shahîh al-Bukhârî. 1422 H. t.tp.: Dâr Thûq al-Najâh.

Dârimî (al), Abû Muhammad ‘Abd Allâh ibn ‘Abd al-Rahmân. 2000. Sunan al-Dârimî. Saudi Arabia: Dâr al-Mughnî lî al-Nasyr wa al-Tauzî‘.

Ghazî (al), Muhammad ibn Qâsîm. 2005. Fath al-Qarîb al-Mujîb. Beirut: Dâr Ibn Hazm li al-Thibâ‘ah wa al-Nasyr wa al-Tauzî‘.

Hadhramî (al), Salîm ibn Samîr. 2009. Matn Safînah al-Najâh. Beirut: Dâr al-Minhâj.

Haitamî (al), Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Alî ibn Hajar. 2000. Al-Minhâj al-Qawîm. t.tp.: Dâr al-Kutub al-‘Ilmîyah.

Hendrik. 2006. Problema Haid: Tinjauan Syari’at Islam dan Medis. Solo: Tiga Serangkai.

Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Laely, Fitriyatun Nur dan Dyah Fajarsari. 2011. “Perbedaan Pengaruh KB Suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dengan KB Implan terhadap Gangguan Menstruasi di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011.” Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan, 2 (2).

Mizan. 2015. “Haid Tidak Teratur Sebagai Akibat dari Pemakaian Alat Kontrasepsi dan Implikasinya terhadap Ibadah (Studi Kasus di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo).” Skripsi, Universitas Islam Nahdlatul Ulama’, Jepara.

Naisâbûrî (al). Muslim ibn al-Hajjâj Abû Hasan al-Qusyairî. t.th. Shahîh Muslim. Beirut: Dâr Ihyâ’ al-Turâts al-‘Arabî.

Nasâ’î (al), Abû ‘Abd al-Rahmân Ahmad ibn Syu‘aîb ibn ‘Alî al-Khurâsânî. 1986. Sunan al-Nasâ’î. Aleppo: Maktabah al-Mathbû‘ât al-Islâmîyah.

Qazwînî (al), Abû ‘Abd Allâh Muhammad ibn Yazîd ibn Mâjah. Sunan Ibn Mâjah. Damaskus: Dâr al-Risâlah al-‘Ilmîyah.

Râzî (al), Fakhr al-Dîn. 1420 H. Mafâtîh al-Ghaib. Beirut: Dâr Ihyâ’ al-Turâts al-‘Arâbî.

Ratna, Ikhwani dan Irdayanti. 2012. “Pengaruh Perbedaan Alat kontrasepsi IUD dan Suntik terhadap Siklus Haid Perempuan di Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.” Marwah: Jurnal Perempuan, Agama, dan Jender, 11, (2): 8, http://dx.doi.org/10.24014/marwah.v11i2.507.

Retnowati, Fina Dwi. 2010. “Perbedaan Kenyamanan Seksual Pada Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Sragen.” Skripsi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Sijistânî (al), Abû Dâwûd Sulaimân ibn Asy‘ats ibn Ishâq ibn Basyîr ibn Syaddâd ibn ‘Amrû al-Azdî. t.th. Sunan Abû Dâwûd. Beirut: Maktabah al-‘Ashrîyah.

Sinaga, Ernawati, dkk. 2017. Manajemen Kesehatan Menstruasi. Jakarta: Universitas Nasional.

Susilowati, Endang. 2011-2012. “KB Suntik 3 (Tiga) Bulan dengan Efek Samping Gangguan Haid dan Penanganannya.” Majalah Ilmiah Sultan Agung, 49 (123): 3.

‘Utsaimin (al), Muhammad ibn Shalih. 2005. Darah Kebiasaan Wanita t.tp.: Dar al-Haq.




DOI: http://dx.doi.org/10.19105/islamuna.v6i2.2415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



ISSN: 2407-411X (p); 2443-3535 (e)
Pascasarjana
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura
Pamekasan Indonesia
Creative Commons License
All publications by
Islamuna: Jurnal Studi Islam
are licensed under