KOMPOLAN: KONTESTASI TRADISI PEREMPUAN MADURA

Tatik Hidayati

Abstract


Abstrak:
Kompolan merupakan bagian tradisi keagamaan yang diisi dengan aktivitas spiritualitas dan ritualitas keagamaan. Aktivitas kompolan ini menjadi media penting bagi transformasi nilai-nilai agama di masyarakat. Aktivitas ini berkembang pesat dan mengakar kuat pada masyarakat Madura, terutama di daerah pedesaan. Sebagai bagian dari realitas sosial keagamaan kompolan pada masyarakat Madura dapat menjadi bagian penting dari legitimasi, justifikasi dan ideologisasi eksistensi keberagamaan mereka. Tulisan ini merupakan ringkasan riset yang dilakukan awal tahun 2000-an di Desa Madu Songennep. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan secara historis kompolan tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial yang terjadi pada tahun 1980-sampai awal 1990. Kompolan dalam konteks ini dijadikan agen yang mereproduksi sosial. Kompolan sebagai agen reproduksi sosial ini dimaknai sebagai hasil dari relasi keuasaan yang terjadi antar aktor yaitu relasi antara elite agama dengan peserta kompolan yang dalam prosesnya telah menimbulkan kekerasan simbolik dan kompolan mengambil peran dalam melestarikan bahkan menyebarluaskan dalam bentuk yang simbolik.

Kata kunci:
kompolan, nyai, dan klebun

Abstract:
Kompolan (gathering) becomes a part of religious tradition. It concerns the activity of religious spirituality and rituality. The activities in kompolan are the core media to transform the religious values of society. They are rapdily developed and stronly rooted into Madurese society, particularly in rural area. As a part of religious social reality , kompolan takes important role of legimitation, justification, and idiologization of Madurese people existance. This article higlights the study done at Madu village, Songennep (Sumenep) in 2000. The inertviewees are the member of kompolanand the leader (nyai). It results a finding that historically kompolan cannot be seperated from the social contact occured from 1980 to early 1990. In this contact, kompolan became an agent of social reproduction. It was a result of power relations between religion elites and kompolan members causing a symbolic violance. Hence, kompolan took control on conserving and disseminating in symbolic form.

Key words:
kompolan, nyai, and klebun


Full Text:

Full Text


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v19i2.63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office:
Institut Agama Islam Negeri Madura
Jl. Raya Panglegur km. 4 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia. Phone: (0324) 333187 Cellphone: +6285231042871   e-mail : jurnalkarsa@gmail.com


View My Stats

KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman

Institut Agama Islam Negeri Madura

KARSA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexed by:


Read more indexing


Copyright© KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Print ISSN 2442-3289 ; Online ISSN 2442-4285).