KURIKULUM PONDOK PESANTREN MUADALAH

Mushollin ---

Abstract


Salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan adalah bagaiamana kurikulum yang diselenggarakan dalam lembaga pendidikan tersebut. Masalah kurikulum menjadi perbincangan yang menarik perhatian, terutama dalam dunia pesantren. Salah-satu pondok pesantren yang mendapatkan status muadalah dari Dirjen Pendidikan Islam adalah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren as-Salafy al-Fitrah Surabaya. Madrasah Aliyah ini bersama dengan 32 madrasah lain telah mendapatkan pengakuan mu’adalah (penyetaraan) dari Dirjen Pendidikan Islam dengan nomor: Dj. I/457/2008.

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kurikulum di pondok pesantren muadalah al-Fitrah Kedinding Surabaya. Disamping itu penelitian juga difokuskan pada aspek differiansiasi kurikulum pesantren ini dibanding pesantren muadalah lainnya.

Sedangkan pendekatan penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan lebih banyak merupakan data kualitatif, yakni data yang disajikan dalam bentuk verbal bukan bentuk angka. Penelitian kualitatif cenderung memiliki karakteristik antara lain; mempunyai natural setting sebagai sumber data langsung, peneliti merupakan instrumen kunci (key instrumen), bersifat deskriptif, lebih memperhatikan proses dari pada product, cenderung menganalisis data secara induktif, dan meaning (makna) adalah hal yang esensial di dalamnya. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat mengungkap gambaran mengenai aktualitas realitas sosial, dan persepsi sasaran penelitian tanpa terpengaruh oleh pengukuran formal. Karena itu, keterlibatan peneliti sangat diusahakan, namun tanpa intervensi terhadap variabel-variabel proses, sehingga dapat mengetahui realitas dengan apa adanya.

Data diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara langsung dengan pengurus dan juga kepala madrasah beserta para asatidz pondok pesantren Al-Fitrah. Dan juga dilakukan penggalian data melalui dokumentasi terkait kurikulum yang dilaksanakan, dan juga dengan observasi di lapangan.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Struktur mata pelajarandalam Kurikulum MA As-Salafi Al-Fitrah mencakup pelajaran agama dan umum dengan komposisi 70% dan 30%. Dan dalam praktiknya mata pelajaran umum diberikan pada kelas 3 Aliyah saja. 2) Standart kompetensi yang digunakan pedoman dalam pembelajaran di MA as-Salafi al-Fitrah telah dibuat sendiri oleh tim penyusun. Standar kompetensi tersebut mengacu pada isi kitab -kitab yang dikaji. 3) Walaupun pesantren al-Fitrah adalah pesantren thoriqoh, akan tetapi dari struktur kurikulum sebagaimana tersebut, mata pelajaran yang langsung berkaitan dengan ajaran-ajaran thoriqoh masih sedikit.


Full Text:

pdf


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/nuansa.v11i1.184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





Lisensi Creative Commons
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam is published by Research Institute and Community Engagement of IAIN Madura and distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.
Based on the creation http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/nuansa/index


View My Stats
Free counters!


Indexed by: