TAKLUK PADA KEKUASAAN DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI

Fransisca Dwi Harjanti

Abstract


Konsep kekuasaan di era modern berbeda dengan kekuasaan secara tradisional. Perbedaan tersebut terletak pada cara kekuasaan tersebut dijalankan. Kekuasaan yang secara tradisional dilakukan secara otoriter dan dengan kekerasan. Hal ini berbeda dengan kekuasaan secara modern, yang dijalankan dengan cara pendisiplinan dan dilakukan dengan cara sadar diri tanpa unsur paksaan. Kekuasaan menurut Foucault menyebar seperti jaringan. Di segala sektor kehidupan manusia, kekuasaan tersebut dapat terlaksana, misalnya ekonomi, budaya, dan social. Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini merupakan contoh novel yang menggambarkan bagaimana sebuah kekuasaan berjalan dan dijalankan. Di sektor ekonomi, kekuasaan tersebut berjalan karena tokoh-tokohnya dilibatkan dalam persoalan perekonomian. Hal ini terjadi pula di sector social dan budaya. Unsur-unsur budaya setempat tampaknya menjadi aturan yang secara tidak langsung mengikat masyarakatnya.

Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/ojbs.v5i2.507

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 OKARA

 



View My StatsFree counters!
 
  


Creative Commons License
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at Rumah Jurnal IAIN Madura