PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis)

Mohammad Kosim

Abstract


Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.

Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.19105/jpi.v1i2.197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editor Office:
State Islamic Institute of Madura
Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551

Contact Person:
Jamiludin Usman
Call/SMS/WA: 085336521427

E-mail :
tadris@iainmadura.ac.id

Map : -7.197888, 113.473839


View My Stats


Creative Commons License
TADRIS under licensed Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Flag Counter

Indexed By:


 

Read More Indexing


Copyright© of Tadris Jurnal Pendidikan Islam (Print ISSN 1907-672X; Online ISSN 2442-5494 DOI: http://doi.org/10.19105/tjpi).