FALSAFAH INSANIYAH DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM

Hairun Nisak

Abstract


Artikel ini akan membahas hakikat manusia dalam perspektif al-Qur’an. Islam mengakui penciptaan manusia melalui proses atau evolusi, tetapi sangat jauh berbeda dengan teori Darwin. Islam menerima pendapat para sosiolog yang menerangkan manusia sebagai makhluk sosial. Teori nativisme, empirisme, dan konvergensi kurang sejalan dengan ajaran Islam, karena di dalam ketiga teori tersebut meniadakan peran Tuhan. Konsep manusia dalam al-Qur’an menggunakan istilah al-Insân, al-Ins, al-Nâs, Basyâr, Banî Adam, ‘Abd Allâh, dan Khalîfah. Tujuan pendidikan Islam membentuk manusia yang tergali dan terlatih potensi intelektual, spiritul, emosional, sosial, dan fisiknya, sehingga dapat menolong dirinya, masyarakat, bangsa, dan negaranya dengan mengintegrasi pendidikan ‘aqliyyah dan qalbiyyah.



DOI: http://dx.doi.org/10.19105/jpi.v9i1.401

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editor Office:
State Islamic Institute of Madura
Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551

Contact Person:
Jamiludin Usman
Call/SMS/WA: 085336521427

E-mail :
tadris@iainmadura.ac.id

Map : -7.197888, 113.473839


View My Stats


Creative Commons License
TADRIS under licensed Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Flag Counter

Indexed By:


 

Read More Indexing


Copyright© of Tadris Jurnal Pendidikan Islam (Print ISSN 1907-672X; Online ISSN 2442-5494 DOI: http://doi.org/10.19105/tjpi).